Minggu, 09 Agustus 2015

cincin kawin

assalamualaikum wr . wb 
tidak asing lagi kita dengan yang namanya cincin kawin ya gaes 
indah banget sist jika kita menikah dengan seseorang yang kita cintai dan kita sayangi beratapa hal yang terindah yang telah diberikan allah s . w. t kepada kita sebagai umatnya 
tetapi allah melarang kita untuk bercarai mengapa : kita jelas kan satu per satu ya sist 
Pernikahan itu sesungguhnya Adalah Takdir dari Allah, dan hanya Allah yang mengetahuiNya, untuk lebih jelasnya inilah pembahasan mengenai sejarah pernikahan di dunia :
Pernikahan adalah sesuatu yang mengikatkan dua pribadi yang berbeda dalam naungan kasih sayang. Tapi sekarang ini kita menyaksikan sebuah fenomena yang rupanya sudah dianggap hal biasa oleh masyarakat kita yaitu nikah cerai.
Bagaimana kedudukan fenomena ini dalam kaca mata Islam?
Sebelumnya saya akan memaparkan secara singkat sejarah pernikahan di beberapa peradaban sebelum turunnya ajaran Islam.
Peradaban Romawi
Pernikahan adalah sebuah kontrak sipil yang dengannya perempuan terbebas dari kuasa ayah dan suaminya. Perceraian adalah suatu hal yang mudah dan lazim pada masa itu. Perempuan Romawi bebas memiliki beberapa orang suami. Bahkan, mereka menghitung umur mereka dari berapa banyak suami yang telah mereka nikahi. Sementara itu, kaum lelaki boleh berhubungan intim sebelum menikah dengan kaum perempuan. Jika perempuan itu hamil, maka laki-laki itu akan menikahinya. Tetapi jika ternyata perempuan itu tidak hamil, maka laki-laki itu tidak akan menikahinya. Pada saat itu perzinahan merajalela dan teater dijadikan tempat untuk kontes wanita telanjang. Pada kondisi inilah kebesaran Romawi mulai memudar dan membawanya pada kehancuran peradaban.
Peradaban Yunani
Norma pernikahan sama sekali tidak diakui pada zaman itu. Hal ini dikarenakan cerita-cerita rekaan yang sangat menyudutkan posisi kaum wanita. Sehingga pada saat itu wanita dianggap sebagai komoditas yang bisa dikuasai laki-laki. Wanita diperlakukan dengan sangat hina dan hanya dijadikan sebagai pelampiasan nafsu seksual. Bahkan pada saat itu seorang suami boleh menjadikan istrinya sebagai bayaran jika dia kalah berjudi.
Peradaban Cina
Dalam peradaban ini, seorang suami diperbolehkan menjual istrinya jika ia memerlukan uang. Bahkan, seorang suami diperbolehkan membunuh istrinya tanpa adanya alasan yang jelas.
Peradaban Arab jahiliyah
Pada waktu itu, kaum laki-laki berlomba satu sama lain untuk memiliki istri sebanyak-banyaknya demi membuka relasi dengan suku yang lain. Ada beberapa jenis pernikahan dalam budaya masyarakat Arab waktu itu yang jelas-jelas mendiskreditkan kedudukan kaum wanita, yaitu :
Al-dayzan, seorang anak boleh menikahi ibunya setelah si ibu ditinggal mati oleh sang ayah. Cukup dengan melemparkan sehelai kain kepada ibunya, secara otomatis anak itu sudah mewarisi ibunya sebagai istri.
Zawj al-balad, yaitu dua orang suami bersepakat untuk saling menukar istri.
Zawaj al istibda, seorang suami menyuruh istrinya untuk bersetubuh dengan laki-laki lain yang memiliki keunggulan. Setelah hamil, wanita itu harus kembali kepada suaminya. Dengan proses seperti ini diharapkan suami istri itu mendapatkan keturunan dengan “bibit unggul”.
Sekarang kita akan melihat kedudukan pernikahan dan perceraian dalam Islam. Islam adalah agama yang Syaamil Mutakamil (sempurna dan menyeluruh). Semua aturan yang ditetapkan syariat islam sangat sesuai dengan fitrah manusia. Tidak ada satu pun dari aturan yang telah ditetapkan itu bertujuan untuk menyusahkan manusia. Perintah-Nya adalah penghubung kita kepada-Nya, larangan-Nya merupakan sebuah bentuk penjagaan, dan ujian yang diberikan adalah perwujudan cinta-Nya kepada kita.
Islam menempatkan ikatan pernikahan sebagai satu anugerah yang sangat besar bagi manusia. Ikatan ini menjadikan sesuatu yang tadinya haram menjadi halal, bahkan membuatnya menjadi ibadah. Islam telah mengatur bagaimana kita harus menjaga sikap terhadap lawan jenis sebelum terjadi pernikahan. Sebagian orang menganggap ini sebagai kungkungan yang sangat membatasi interaksi dan aktualisasi diri. Sebagian yang lain menyadari, aturan ini adalah sebuah penjagaan identitas yang akan menyelamatkan mereka dari berbagai gangguan. Hal ini sangat sesuai dengan fitrah manusia yang menginginkan sesuatu yang terbaik bagi mereka. Sebagai manusia normal, mereka akan cenderung memilih sesuatu yang masih baru dari pada yang sudah bekas. Masa penantian sebelum menikah mengajarkan kita untuk bersabar karena sesuatu itu akan sangat indah dinikmati jika waktunya sudah tiba. Dan masa-masa setelah pernikahan mendidik kita untuk berjuang demi menjadikan ikatan itu sesuatu yang barakah dan menentramkan. Sekali lagi, aturan yang telah ditetapkan Islam adalah untuk kebaikan manusia, bukan untuk menyusahkannya.
Jika sebelum menikah saling berpandangan mesra dan berpegangan tangan itu dilarang keras, maka setelah pernikahan dua hal itu sangat dianjurkan untuk menjaga keharmonisan. Sebelum menikah, hubungan intim itu akan menjadi perzinahan, setelah menikah, ia menjadi ibadah. Dari beberapa hal itu saja kita sudah bisa melihat betapa pernikahan adalah satu ikatan yang menyelamatkan. Tidak hanya menyelamatkan harga diri kita sebagai manusia, tapi juga menyelamatkan garis keturunan atau nasab.
Lebih jauh lagi, pernikahan dalam Islam adalah gerbang menuju sebuah peradaban yang generasinya adalah mereka yang memiliki akhlak yang luhur dan menegakkan syari’at islam. Karena melalui pernikahan yang barakah, terciptalah sistem pendidikan terbaik yang diberikan orang tua kepada anaknya.
Islam menurunkan aturan-aturannya disertai dengan berbagai keringanan yang bisa kita lakukan jika pada kondisi tertentu kita tidak bisa sepenuhnya melaksanakan aturan itu. Berbicara tentang pernikahan, mau tidak mau kita pasti akan menyinggung masalah perceraian. Kata cerai seolah-olah telah menjadi momok yang menakutkan yang kebanyakan orang menganggapnya sebagai hal yang tidak baik. Padahal, tidak setiap ikatan pernikahan yang berakhir dengan perceraian menjadi sesuatu yang buruk. Pada kondisi tertentu, cerai justru menjadi sebuah jalan penyelamatan.
Sesuatu yang halal yang paling dibenci Allah adalah thalaq (cerai). Ini menunjukkan kepada kita bahwa bercerai bukanlah suatu tindakan yang haram. Memang tujuan kita menikah bukanlah untuk bercerai, tapi ketika kondisi pernikahan sudah tidak bisa memberikan barakah kepada kedua pihak, maka bercerai adalah jalan penyelesaian. Perceraian itu pun terjadi secara baik-baik, tanpa harus menyisakan sisa-sisa kemarahan atas kondisi penyebab perceraian atau persengketaan masalah pembagian harta setelah perceraian.
“Ada tiga hal yang kesungguhannya adalah kesungguhan, dan gurauannya pun dinilai kesungguhan. Ketiganya adalah nikah, cerai, dan ruju’.” (Abu Hanifah). Hal ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan sebuah pernikahan dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya dalam kaca mata Islam. Sehingga kita tidak bisa menjalaninya dengan menyepelekan segala proses yang terjadi di dalamnya. Jika seorang suami mengucapkan kata “cerai” terhadap istrinya, maka sebenarnya itu sudah termasuk proses bercerai dalam Islam. Dan untuk bisa kembali berhubungan badan haruslah ada proses ruju’. Dan dalam islam, thalaq atau cerai yang diperbolehkan ruju’ hanya dua kali.
Proses perceraian dalam islam itu diperbolehkan ketika memang pernikahan yang ada sudah tidak lagi barakah, bukan perceraian yang dilandaskan pada nafsu dan ego diri. Contoh perceraian yang tidak pada tempatnya adalah, seorang suami menceraikan istri hanya karena ingin menikah lagi. Atau seorang istri minta cerai kepada suami karena ada gosip suaminya itu berselingkuh tanpa ada pengusutan lebih lanjut.
Mengapa perceraian adalah sesuatu hal yang halal tapi sangat dibenci Allah? Karena ketika terjadi sebuah perceraian, silaturahmi yang terputus tidak hanya antara suami dan istri. Tetapi juga silaturahmi dua pihak keluarga. Dan yang paling mendapat pengaruh adalah kondisi anak-anak dari pasangan itu. Tetapi sekali lagi, perceraian tidak selalu merupakan suatu hal yang buruk.
Ada satu kisah yang sangat melegenda tentang perceraian yang sangat mulia sepanjang sejarah. Ini adalah kisah Abdurrahman bin Abu Bakar dengan istrinya Atikah. Rumah tangga mereka sangat harmonis, tidak ada percekcokan dan perselisihan. Saking harmonisnya rumah tangga ini, membuat sang ayah yang berfirasat tajam gundah gulana. Abu Bakar sangat khawatir kecintaan Abdurrahman terhadap Atikah membuatnya lalai dari ibadah dan jihadnya. “Ceraikan istrimu!”, akhirnya perintah itu terucap dari lisan Abu Bakar. Demi mentaati sang ayah, Abdurrahman pun menceraikan istri tercinta. Kelak, akhirnya mereka rujuk. Abdurrahman meraih syahidnya dalam sebuah perang tak lama setelah kejadian itu.
Begitulah Islam memposisikan sebuah perceraian, sebagai satu keringanan ketika kedua belah pihak sudah tak sanggup lagi menegakkan hukum Allah juga ketika keduanya tidak sanggup lagi menunaikan hak dan kewajiban suami istri.
Dewasa ini, kita sering mendengar berita para selebritas yang bercerai dengan berbagai alasan. Mau tidak mau fenomena tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi kita sebagai orang yang belum menikah. Entahkah itu pengaruh positif atau malah pengaruh negatif yang akan ikut mewarnai pribadi kita.
Salah satu pengaruh negatif itu adalah munculnya ketakutan untuk menikah. Kita akan takut jika nantinya pernikahan kita pun akan menjadi seperti itu. Pengaruh negatif lainnya adalah justru memungkinkan kita tidak terlalu serius dalam menjalani ikatan pernikahan. Jika nantinya harus bercerai pun, kita akan dengan mudah mengatakan bahwa banyak orang lain sebelum kita pun bercerai.
Sedangkan pengaruh positif yang mungkin kita dapatkan adalah kita merasa terpancing untuk mempelajari berbagai penyebab orang bercerai. Proses itu sedikit demi sedikit akan memunculkan keinginan agar nanti ketika menikah sebisa mungkin kita menghindari penyebab-penyebab itu.
Terlepas dari pengaruh-pengaruh tersebut, fenomena nikah cerai secara pasti akan mengundang komentar masyarakat tentang pribadi kita. Hal ini tidak mungkin kita pungkiri karena itu adalah salah satu konsekuensi hidup bermasyarakat. Kita sebagai orang yang berpendidikan mungkin bisa memaklumi yang menjadi penyebab terjadinya perceraian itu, tapi lain halnya dengan masyarakat luas yang berbeda latar belakang dan tingkat pendidikan.
Kesimpulannya, perceraian adalah satu hal yang halal tapi sebisa mungkin harus kita hindari. Karena pasti itu tidak menjadi tujuan dari pernikahan kita. Yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri kita sebaik mungkin untuk menjalani kehidupan setelah pernikahan. Kita harus belajar mengendalikan ego dari sekarang. Karena kebanyakan dari kasus perceraian dewasa ini terjadi disebabkan ego yang tidak terkendali. Dan yang terpenting adalah menjadikan kasus-kasus itu sebagai pelajaran dalam mempersiapkan diri untuk menikah. Karena banyak orang yang pada awalnya sangat idealis tentang pernikahan, justru pada akhirnya bercerai disebabkan ketidakmampuan mereka mengendalikan ego masing-masing.
jika ingin tau lebih lanjut klik disini http://cincinkawin.org

Sabtu, 08 Agustus 2015

cincin kawin

cincin kawin

gambar .1. ( Rp . 4. 100.000 )
cincin kawin sangat dibutuhkan untuk pernikahan 
spesifikasi cincin kawin 1
Emas kuning 75%  : 5 gram
palladium : 5 gram 
" Harga sewaktu waktu bisa berubah tanpa konfirmasi "

*harap konfirmasi terlebih dahulu ke admin duta jewellery

gambar . 2 . ( Rp . 5.100.000 )
cincin kawin sangat dibutuhkan untuk pernikahan 
spesifikasi cincin kawin 2
Emas kuning 75%  : 5 gram
palladium : 5 gram 
Berlian 0,02 ct         :   4 butir 


" Harga sewaktu waktu bisa berubah tanpa konfirmasi "

*harap konfirmasi terlebih dahulu ke admin duta jewellery

Rabu, 05 Agustus 2015

cincin kawin

assalamualaikum


 tak terasa yang kita harus kan untuk mencari nafkah untuk keluarga kita membahagia kedua orang tua adalah cita - cita ku dari saat ku kecil ,,, mencari kerja dengan cara yang halal 
saat ini saya berkerja di tempat pembuatan cincin kawin , dan saya bagian pemasaran yang harus nemuain macam - macam castamer , alhamdulilah paling suka kalau castamernya itu gak rese ,,,,,, 
suatu hari saya menemukan castamer yang tak rese dan gak suka nawar ,, heheheheheh 
gini sist ceritanya , 
suatu datanglah sepasng kekasih yang sangat cantik dan tampan ,,, katanya sih aku tanyain orang mana ehh ternyata orang jogja pantesan aja kalem ya ( dalam hati ) hehehehhe 
dan jadilah sebuah percakapan 
saya : ia silakan mas , mau pesen cincin kawin , apa mau ikat cincin mas , dan mau dari bahan apa ? 
castamer : ia mau pesen cincin kawin mba , dari bahan platina ,? modelnya seperti ini ya mba,,,? 
saya : ia ., mas ,,, ini dibuat seperti yang digambar kan ?
castemer : ia ,, mba tapi ini kira - kira warna kuningnya mau pake apa ? 
saya : ow ya mas itu warna kuningnya biasanya kita dari kombinasi warna dikrum aja mas ,, dan itu juga lumayan lama ko mas ampe 2 tahunan 
castamer : ow ya udah deh mba yang kaya ini aja ya mba dibuatin persis sama ada berliannya juga ya mba dibuat yang elegan pokoknya 
saya : sipp ok deh mas ,,,,,, ?? tinggal ditunggu aja jadinya ya mas ,,, ntar aku kasih kabar dari sini ok ?
castamer : siippp deh mba ? makasih ya ,,? 
saya : ya mas , sama - sama ? moga langgeng ya perniakahannya ? 
castamer : sip mba ,,??? makasih ya doanya ? 
saya : ia sama - sama mas sipp dehh ok ? 
sudah lah asiknya kalau punya castamer yang baik hati gak rese dan menyenangkan ?? 
 heheheheh asikkk gak rewel and gak nyebelin 
ini cerita ku sist mana ceritamu hehehheh

Jumat, 31 Juli 2015

cincin kawin

huuummm paling sebel dehh kalau nemuin castamer yang rese ,,,,   tapi sebagai penjualan yang baik walaupun castamernya rese kita harus layanin castamer yang baik dengan ramah dan kasih senyuman manis,,,,, pada saat saya temuin castamer yang rese dan rewel pun saya sering tapi saya sabar dan harus ikhlas dengan sepenuh hati saya  suatu datang lah sepasang kekasih yang mau memesan sepasang cincin kawin terjadilah sebuah percakapan "saya ; siang mas ada yang bisa saya bantu ? "castamer : ia siang ! mba kalau pesen model cincin kawin seperti ini bisa ( melihatkan gambarnya ) "saya : ia bisa mas ( milaht gamar ) ? mau dari bahan apa mas , ada bahan emas , palladium , platina dan perak "castmer : saya sih niatnya mau pake bahan yang perempuan emas putih 4 gr dan yang laki - laki perak bisa kan mba ? "saya : ya bisa mas , ini dibuat seperti digambar kan ya ,,,? gak ada penambhan apa - apa lagi ?"castamer : iya mba se suai dengan gambar .. 

 dan sudah sepakat disitu udah terima kwitansi dan sebagai nya udah dil ,,,, setelah 2 minggu kemudian cincin kawin tersebut pun udah jadi . castamer pun datang untuk mengambilnya , disini lah  rese jadi seorang castmar terjadilah sebuah percakapan 
" saya : ini mba cincin kawinnya udah jadi apa kah cocok sesuai digambar ?? " castamer : yahh ko gini ya mba , keliatan biasa banget polos banget gitu mba ,,,( marah sambil ngeliat sempel cincin kawin ) . mba kenapa kemaren waktu aku kesini gal liat cincin yang ini emng ditaro dimana ? " saya : ( sambil senyum ) mba itu kan sesuai dengan yang digamabr mba kenapa mba yang protes ya ,,,, ? itu udah ditaro disitu aja mba kita gak kemana - mana in ko ,,, emng mba gak liat , jagan salahin kami dong tukangnya aja buatnya sesuai yang ada digambar ko ..? trus mba maunya yang kaya gimana ? setelah dua jam kemudian sepasang kekasih tersebut merundingkan hal cincin kawin yang ia pesan dan akhirnya merka minta direvisi agar menjadi cincin kawin sesuai dengan yang ada disempel 


huuummmmm ya begitulah sist kalau nerima castamer yang rese  tapi ingat sist kita harus selaslu bersyukur dan terus bersyukur , ?ini cerita ku mana ceritamu sist .... TERIMA KASIH :-) 

























Kamis, 30 Juli 2015

cincin kawin

ARTI DAN MAKNA CINCIN KAWIN

Cincin kawin adalah bukti seseorang telah menikah. Tapi ternyata, makna cincin kawin tidak saja jadi penanda seseorang sudah menikah. Ada beberapa arti dari cincin kawin, sehingga perhiasan ini menjadi simbol bersatunya dua hati dan dua jiwa menjadi satu.
inilah arti dan maksa dari sepasang cincin kawin.
Inilah Kekuatan Kita
Di masa lalu, tidak semua orang bisa memakai cincin. Hanya para raja dan bangsawan yang bisa membeli dan memakai cincin. Cincin kawin adalah perhiasan yang menunjukkan kekuatan. Sehingga sebuah pernikahan seharusnya menjadi kekuatan lebih untuk menjalani hidup. Maka cincin yang melingkar di jari bisa memberi motivasi lebih kuat menjalani kehidupan setelah menikah.
Kita Saling Melengkapi
Sepasang cincin pernikahan menjadi simbol untuk saling melengkapi. Kehidupan rumah tangga itu seperti roda yang berputar, kadang manis, kadang pahit. Dari semua hal itu, tinggal bagaimana pasangan ini menyikapinya. Seperti sebuah roda, cincin sama bulatnya dan sama berputarnya. Maka lihatlah cincin Anda saat ada masalah, pasti ada masa di mana Anda dan suami merasa bahagia.
Simbol Cinta Tanpa Akhir
Cincin pernikahan berbentuk melingkar, menyimbolkan cinta yang tanpa akhir. Banyak orang percaya bahwa memakai cincin kawin melambangkan keberuntungan. Namun di luar itu semua, para pasangan yang menikah pasti ingin kisah cinta mereka seperti cincin, bulat sempurna, tanpa akhir.

Jumat, 10 Juli 2015

cincin kawin

gambar .1. ( Rp. 5,900,000 )
cincin kawin sangat dibutuhkan untuk pernikahan 
spesifikasi cincin kawin 1
Emas Kuning 75%  : 10 gr
Berlian 0,02 ct         :   4 butir 
" Harga sewaktu waktu bisa berubah tanpa konfirmasi "

*harap konfirmasi terlebih dahulu ke admin duta jewellery



gambar .2. ( Rp . 8,600,000 ) 

cincin kawin sangat dibutuhkan untuk pernikahan
spesifikasi cincin kawin 2
Emas kuning 75%  : 10 gr
Berlian 0,25 ct         :   1 butir 
" Harga sewaktu waktu bisa berubah tanpa konfirmasi "

*harap konfirmasi terlebih dahulu ke admin duta jewellery

Selasa, 07 Juli 2015

cincin kawin

wedding ring
Wedding rings are objects that become symbols of a marriage. Do you know why the wedding ring worn as a symbol? If you know the significance and meaning, you will be more appreciative of forcing a marriage.

The Eternal togetherness Will Not Be Destroyed

Since ancient times, rings are a special jewelry. The ring is a jewelry that became a symbol of a circle that will not be broken or crushed. In many cultures that believe in immortality, the ring is a symbol of eternity itself. As for a pair of wedding rings, meaning it will be a lasting togetherness and commitment will not be destroyed.

Triumph and Strength

A few centuries ago, the ring is a luxury jewelry made of very expensive materials. Only certain people in high places and can wear it. When the ring has become the symbol of a marriage, the meaning becomes the attainment of prominence and power carried by two people who support each other through life and marriage.

The unity of complementarity

Ring always has a spherical shape, without beginning, without end. Ring depicts the lives of everyday people who continue to spin like a wheel. There is birth, death, sadness, happiness. In a wedding ring, it is interpreted as a complementary unity of life. Accept each other disadvantages, complementary perfection.

Proof of Love Without End and A Commitment

Wedding rings have long been a symbol of unity. Those who wear wedding rings indicate their status as married people. Many people believe that the wedding ring has appeal to bring victory and luck. Beyond belief that, wearing a wedding ring is proof of endless love and a commitment.